Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

Showing posts with label Bagai Ditempeleng Bolak Balik. Show all posts
Showing posts with label Bagai Ditempeleng Bolak Balik. Show all posts

Sunday, October 7, 2018

Bagai Ditempeleng Bolak Balik, Polri Jawab Tim Prabowo Soal Kasus Ratna Sarumpaet


Beritaterheboh.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta polisi tak terburu-buru soal penetapan tersangka baru di kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Polri menegaskan penyidik yang mengusut kasus itu tak bisa diintervensi.

"Penyidik tidak bisa diatur, penyidik mau menetapkan tersangka atau penyidik tidak menetapkan tersangka, tidak bisa diatur. Mohon maaf penyidik tidak bisa diatur. Itu untuk kepentingan penyidikan, oh ndak boleh ada.. Nggak bisa," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi, Minggu (7/10/2018).

Setyo mengatakan penyidik mempunyai kewenangan tersendiri untuk menetapkan atau tidaknya seorang tersangka baru. Semua proses penyidikan itu, menurut Setyo, didasarkan pada sejumlah keterangan dan alat bukti.

"Iya (ada keterangan dan alat bukti)," ujarnya.


Penyidik juga, masih kata Setyo, mempunyai rencana tindak lanjut penyidikan. Salah satu isinya adalah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan mengenai kasus tersebut.

"Jadi begini, penyidik itu mempunyai apa yang disebut rencana tindak lanjut, nah kemarin setelah memeriksa, meminta keterangan Ratna Sarumpaet, pasti ada hal-hal yang, informasi-informasi yang terkait dengan orang lain. untuk meyakinkan penyidik, maka penyidik perlu menghadirkan orang-orang tersebut untuk diminta klarifikasi dari hasil apa yang disampaikan oleh bu Ratna," paparnya.

Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad, sebelumnya meminta polisi tak terburu-buru mengambil keputusan dalam kasus Ratna. Dasco juga mengimbau polisi untuk bergerak cepat dalam kasus lain.

"Kita juga minta polisi jangan terburu-buru, harus dengan kajian komprehensif. Apabila itu tetap dilakukan polisi, kita juga akan tetap melakukan upaya-upaya yang sesuai prosedur hukum. Kita juga minta, kalau dalam kasus ini polisi bisa cepat, banyak juga perkara-perkara lain yang polisi harus begitu," kata Dasco saat dihubungi.(detik.com)



from Berita Heboh https://ift.tt/2PitWWJ
via IFTTT
Share:

Thursday, October 4, 2018

Bagai Ditempeleng Bolak Balik, Akhmad Sahal Balas Menohok Cocoklogi Hanum Rais Soal Kasus Ratna dengan Istri Nabi Muhammad



Beritaterheboh.com - Putri Amien Rais, Hanum Rais mengatakan, pihaknya meneladani sikap Rasulullah dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Ia mengibaratkan sikap dirinya dan kubu Prabowo-Sandi yang sempat termakan hoax Ratna Sarumpaet, sebagai sikap Rasulullah saat istrinya, Aisyah, difitnah.

Menurut dia, saat itu Rasulullah sempat termakan isu fitnah yang ditujukan terhadap Aisyah.

Namun menurutnya, setelah mengakui kebenarannya, kemudian Rasulullah mengakui kesalahan dan memohon maaf.

Kemudian ia pun menjelaskan, dirinya dan beberapa orang yang termakan kebohongan Ratna, hanya bisa mencontoh dan belajar dari Rasulullah.

Sebab, setelah Ratna Sarumpaet mengakui kebohongannya, sederet tokoh yang awalnya membela kemudian meminta maaf.

Tokoh-tokoh itu yakni Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Amien Rais, Dahnil Anzar, Fadli Zon, Rachel Maryam, Fahri Hamzah, Ferdinand Hutahaean, Rizal Ramli, dan beberapa tokoh lainnya yang mendukung Ratna Sarumpaet.

"Dalam diri Rasul terdapat teladan peristiwa yg menjadi cermin bagi manusia.

Bahkan saat beliau termakan isu fitnah thdp Aisyah ra.

Mengakui salah dan memohon maaf telah diteladankan.

Kami manusia, yg kebaikannya tak ada sekuku putihnya beliau, hanya bisa mencontoh dan belajar," tulisnya, Kamis (4/10/2018).

Rupanya cuitan Hanum Rais itu ditanggapi oleh Pengurus Cabang Istimewa NU (PCNU) Amerika, Akhmad Sahal.

Di akun Twitter-nya, @sahal_AS, ia tidak terima jika kebohongan Ratna Sarumpaet disamakan dengan Aisyah.



Menurutnya, Aisyah dulu jadi korban hoax, dan Nabi sama sekali tidak ikut menyebarkan hoax.

Ia pun mengungkap, di cerita Aisyah dulu, penyebar hoax-nya adalah Abdullah bin Ubay, gembong munafiqun.

Hal itu, kata dia, sangat berbeda dengan kasus Ratna Sarumpaet.

Dimana dalam kasus Ratna ini, penyebar hoax-nya justru Hanum Rais dan para tokoh yang ikut menyebarkan.

Ia pun menyebut Hanum cs sama sekali tidak mirip nabi, tapi mirip Abdullah bin Ubay.

"Beda banget. Aisyah dulu korban hoax, dan Nabi sama sekali gak ikut nyebarin hoax. Penyebar hoaxnya: Abdullah bin Ubay, gembong munafiqun.

Dlm kasus hoax Ratna Sarumpaet. Penyebar hoaxnya justru Mba @hanumrais cs. Ini sama sekali gak mirip Nabi, tp mirip Abdullah bin Ubay," tulisnya, Kamis (4/10/2018).


Tribunnews.com
. .


from Berita Heboh https://ift.tt/2zTKmQ6
via IFTTT
Share:

Wednesday, October 3, 2018

Bagai Ditempeleng Bolak Balik, Prof Mahfud MD Beber Kelakuan Ratna Sarumpaet Yang Tega Bohongi Publik


Beritaterheboh.com - KETUA Mahkamah Konstitusi 2008-2013 Prof Mahfud MD. Mohammad Mahfud MD mengutuk aktor-aktor politik yang merekayasa peristiwa penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

Menurut Mahfud MD, dirinya baru bertemu  dengan dokter ahli bedah yang mengatakan bahwa luka di kanan kiri kelopak mata Ratna Sarumpaet  itu aneh.

"Itu kita kutuk, kalau benar tetjadi. Tapi kalau hanya mainan politik ya pemainnya yang kita kutuk. Saya baru ketemu seorang dokter ahli bedah. Katanya, luka di kanan kiri kelopak mata agak aneh krn sama. Kita tunggu saja lerkembangannya," ujar Mahfud MD melalui akun twitternya.

Cuitan Mahfud MD ini untuk menjawab komentar salah satu netizen (warganet) yang mengutuk aksi kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet.

Ketika ada netizen lain, yakni @FadhillahAisya3 yang mengatakan dokter itu bkn ahli IT yang bisa mendiagnosa dari gambaran sebuah foto, Mahfud pun langsung memberikan komentar.

"Memang, makanya dokter itu bilang aneh, bukan bilang rekayasa. Sy tetap pd pendirian: jika @RatnaSpaet benar dianiaya sekeji itu, ya, kita kutuk pelakunya dan polisi hrs menangkapnya. Tp kalau itu rekayasa mainan politik ya kita kutuk perekayasanya dan polisi hrs memeriksanya," tulis Mahfud di akun twitternya.

Tak cukup sampai disitu bahkan Prof Mahfud MD memberikan cuitan yang sangat pedas.

Siang ini sdh terbukti kan? Tinggallah kini penyebar beritanya spt FZ, RMy, dan SU mempertanggungjawabkan.


Ya, sejak tengah malam semalam sdh tersiar kebohongannya. Pada saat2 yg katanya dianiaya ternyata HP aktif di Jkt, registrasi di sebuah RS di Jkt, narik uang utk bayar di ATM Jkt, main Twitter di Jkt. Tak perlu penjelasan lagi, sdh diketahui akal2annya oleh Polisi. Siapa yg malu?
. .
. .
. .
. .


from Berita Heboh https://ift.tt/2xXZ2Mq
via IFTTT
Share:

Friday, September 21, 2018

Bagai Ditempeleng Bolak Balik, Tim Jokowi Beri Jawaban Menohok Soal Postingan Video Fadli Zon 'Ternyata Mereka PKI'


Beritaterheboh.com - Waketum Gerindra Fadli Zon memposting video yang seolah meneruskan nyanyian politik 'Potong Bebek Angsa'. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan mengkaji secara hukum karena dalam video nyanyian itu memuat tudingan soal PKI.

Video yang diposting Fadli menampilkan 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng pinguin. Mereka membentuk formasi tarian.

Mereka berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik tajam. Sepotong lirik lagu itu diambil dari editan lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' ala Fadli Zon. 

Secara keseluruhan lagu itu memuat lirik berisi sindiran tajam kepada lawan politik Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun ada lirik 'ternyata mereka lah yang PKI'.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menyatakan pihaknya akan mengkaji video itu dari sisi hukum. Namun ia belum bisa memastikan apakah akan melaporkan video tersebut ke pihak kepolisian.

"Ngomong gitu ya? Itu biar dikaji tim hukum nanti ya. Ya nanti tahu. Kan ada tim hukumnya," ujar Karding di Kantor Bareskrim, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

Meski video itu terkesan menyudutkan Jokowi-Ma'ruf, Karding mengaku pihaknya tak khawatir. TKN Jokowi-Ma'ruf punya strategi untuk menghadapi serangan bernada black campaign.

Baca juga: NasDem Peringati Fadli Soal Video 'Ternyata Mereka PKI'

"Kita harus dari kita sendiri memberi contoh. Menyampaikan campaign yang positif," kata Karding.

Dihubungi lebih lanjut, Karding menyebut pelesetan lagu Potong Bebek Angsa itu berpotensi menuduh kelompok tertentu. Bila terus disebarkan, menurut Sekjen PKB ini, akan mengundang reaksi dari banyak pihak.

"Bisa memecah persaudaran kita sebagai sebuah bangsa. Tuduhan bahwa mereka PKI itu upaya membangun politik identitas, politik yang tidak harus dikembangkan dan menjadi kesepahaman, kesepakatan di negeri ini demi kesejukan dan kedamaian pilpres," ucap Karding.

Anggota Komisi III DPR ini mengimbau Fadli Zon untuk bisa menahan diri meski tengah memperjuangkan jagoannya, Prabowo-Sandiaga. Karding mengajak Fadli untuk berpolitik sejuk.

"Saya berharap sahabat saya Fadli Zon untuk menahan diri dan bijak menyampaikan pernyataan dan postingan yang bisa saja memberi dampak kita sebut kampanye," tuturnya.


Fadli men-pinned postingan yang dimaksud di akun Twitternya. Dia mengaku mendapat video itu dari WhatsApp.

"Sekedar info, sy terima video tsb via WA, kreatif sekali. Sy namakan sj video kraetif itu "Goyang Bebek Angsa". #pilpresgembira," cuit Fadli soal video tersebut.

Ditelusuri lebih jauh, video itu sebenarnya video lama yang beberapa kali diupload di Youtube. Salah satu penguploadnya adalah akun 'racinka official'.

DiYoutube, video itu diberi judul 'Goyang Pinguin'. Musik pengiringnya adalah lagu 'Levan Polka'. Tak ada lirik politis tajam di video aslinya.

NasDem Peringati Fadli soal Video 'Ternyata Mereka PKI'


Waketum Gerindra Fadli Zon mengunggah video nyanyian politik 'Potong Bebek Angsa' yang memuat tudingan soal PKI. NasDem meminta Fadli berhati-hati mengeluarkan pernyataan.

"Hati-hati nuduh orang tanpa bukti! Mulutmu harimaumu," kata Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Jumat (21/9/2018).

Menurut Irma, definisi 'PKI' yang sebenar-benarnya adalah yang meraih kemenangan dengan segala cara. Dia mencontohkan isu jualan agama dan penyebaran fitnah. 

Karena itu, Irma mengaku heran Fadli justru menuding pihak lain sebagai PKI.





"Yang gunakan segala cara untuk menang itu justru pakai cara-cara PKI. Siapa ya? Dari jualan agama, hoax, sampai fitnah. Masih mampu tuding-tuding orang lain?" tutur jubir timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu.

Dia kemudian menyinggung foto viral Fadli yang sedang berpose di depan makam tokoh komunis Karl Marx. Irma meminta Fadli tidak 'lempar batu sembunyi tangan'.

"Yang foto depan Karl Marx siapa ya? Yang kagum dengan Karl Marx siapa ya? Jangan lempar batu sembunyi tanganlah," tegas Irma.

Waketum Gerindra Fadli Zon mem-posting video yang seolah meneruskan nyanyian politik 'Potong Bebek Angsa'. Dia menyebut video yang memuat tudingan soal PKI itu sebagai video kreatif.(detik.com)



from Berita Heboh https://ift.tt/2O1xaQR
via IFTTT
Share:

Tuesday, September 18, 2018

Bagai Ditempeleng Bolak Balik, Ini Komentar Menohok Ngabalin Soal Lagu Politik Fadli Zon 'Potong Bebek Angsa'


Beritaterheboh.com - Waketum Gerindra Fadli Zon mengedit lirik lagu anak-anak 'Potong Bebek Angsa' menjadi bernuansa politis. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin mengkritik Fadli.

"Ketahuan kalau masa kanak-kanaknya mengalami depresi, yang lebih kreatif agar publik dan rakyat Indonesia bisa mendapatkan pencerahan dari seorang pemimpin dan wakil rakyatnya di DPR RI. Ini momentum yang pas untuk para politisi yang berintegritas dalam mengaplikasikan semua potensinya pada upaya-upaya mencerahkan masyarakat pemilih," kata Ngabalin kepada wartawan soal lirik politik 'Potong Bebek Angsa', Rabu (19/9/2018).


Menurut Ngabalin, tak layak seorang pimpinan DPR mengubah lirik lagu anak-anak menjadi politis. Bagi Ngabalin, yang dilakukan Fadli tak bermoral.

"Lirik dan sontekan serta syair lagu ini pun diubah semau perutnya, tidak patut dilakukan oleh seorang anggota DPR RI yang terhormat, apalagi Fadli Zon kan pimpinan, tidak patut dan sangat tidak bermoral bagi anak-anak Melayu yang berperadaban," ujar Ngabalin.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bernyanyi 'Potong Bebek Angsa' di Twitter. Dia mengubah lirik lagu anak-anak tersebut menjadi bernada Pilpres 2019.(detik.com)



from Berita Heboh https://ift.tt/2DawYuw
via IFTTT
Share:

Monday, September 17, 2018

Bagai Ditempeleng Bolak Balik, Politisi Hanura Ini Jawab Tudingan PD Soal Istana Dibalik Media Asia Sentinel


Beritaterheboh.com - Partai Demokrat (PD) 'menyeret' Istana atas artikel media asing Asia Sentinel terkait kasus Bank Century yang menyebut nama sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hanura angkat bicara. 

Wasekjen PD Rachland Nashidik memajang foto Kepala Staf Presiden Moeldoko dengan Co-Founder Asia Sentinel Lin Neumann dengan bumbu 'Apakah Istana terlibat dalam fitnah pada SBY?' sebagai keterangan foto itu. Hanura heran dengan tudingan itu. 

"Ada dugaan kasus Bank Century, kok malah pangen ngumpet di balik foto Pak Moeldoko?" kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir kepada detikcom, Selasa (18/9/2018). 

Inas kemudian menyinggung jalinan hubungan antara SBY dengan Moeldoko saat Ketum PD itu memimpin Indonesia pada periode lalu. Inas meminta PD tak menjadikan Moeldoko yang merupakan mantan anak buah SBY sebagai kambing hitam. 

"Jangan mentang-mentang Moeldoko mantan anak buah SBY di pemerintahan yang lalu, kemudian dijadiin bemper untuk melindungi SBY, kalau memang tidak ada apa-apanya dengan kasus Bank Century, ya cool aja, jangan blingsatan kayak cacing kepanasan," tuturnya. 

Inas meminta PD menghadapi persoalan tudingan Asia Sentinel dengan jantan. Bukan malah memperuncing permasalahan dengan menuding Istana. 

"Kalau memang tidak bersalah, monggo hadapi dengan jantan dan jangan bawa-bawa foto segala, karena Sentinel hanya memberitakan doang kan?" ujarnya. 

"Mosok Rachland ngajak SBY bersembunyi di balik sebuah foto Moeldoko?" imbuh Inas. 

Inas juga meminta PD fokus menghadapi kasus Bank Century. Sebab, kasus tersebut saat ini telah berproses di Mahkamah Agung (MA). 

"Jadi kalau kasusnya sedang dibuka di Mauritius dan diberitakan di Sentinel, jangan nyari alasan lain yang seolah-olah dibikin oleh Istana, emangnya Moeldoko bisa intervensi Mahkamah Agung Mauritius?" katanya. 

Dilihat detikcom, dalam foto yang diunggah Rachland, Moeldoko tampak duduk di salah satu kursi yang berjajar di depan. Kemudian di belakangnya ada beberapa orang yang berdiri. Lin Neumann disebutkan berada di antara orang-orang yang berdiri tersebut.

"Lin Neumann--berkacamata, ketiga di belakang--adalah co-founder Asia Sentinel, blog berbasis Hong Kong yang menyebar berita bohong tentang SBY dan Partai Demokrat. Di foto ini Tuan Neumann berfoto dengan @GeneralMoeldoko," cuit Rachland dengan me-mention akun Twitter Moeldoko. (detik.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2PLEDAD
via IFTTT
Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support