Friday, October 12, 2018
Home »
Berita Viral
,
Gak Usah Dengar Omongan Gak Berguna
,
Wasekjen MUI Minta Kapolri Fokus
» Wasekjen MUI Minta Kapolri Fokus, Gak Usah Dengar Omongan Gak Berguna
Wasekjen MUI Minta Kapolri Fokus, Gak Usah Dengar Omongan Gak Berguna
Beritaterheboh.com - Wasekjen Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Misbahul Ulum memberikan dukungan kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian agar tetap fokus menjalankan tugas-tugasnya.
Hal ini dikarenakan adanya isu dugaan korupsi yang menyeret namanya dalam dokumen yang tersebar melalui hasil invetigasi IndonesianLeaks.
Demikian disampaikan Misbahul Ulum dalam keteranga tertulisnya, Kamis (11/10/2018) yang diterima redaksi.
“Saya berharap di tahun politik dan tahun yang penuh tantangan ini, Bapak H Muhammad Tito Kernavian (Kapolri) tetap fokus menjalankan tugasnya,” katanya.
Menurutnya, sebagai orang nomor satu di korps Bhayangkara, Tito memiliki tugas-tugas yang tidak ringan.
Terlebih di tahun politik jelang Pemilu dan Pilpres 2019.
Tak kalah penting adalah datangnya bencana alam di sejumlah daerah di Tanah Air yang datang bertubi-tubi.
“Banyak sekali tugas-tugas yang di emban oleh beliau terkait politik kenegaraan maupun bencana yang bertubi–tubi yang menimpa saudara-saudara kita,” terangnya.
Misbahul menambahkan, sebagaimana diajarkan dalam agama, setiap kabar dan berita haruslah ditelaah.
Salah satunya dengan bertabayyun dan tidak langsung menerimanya secara utuh.
“Terkait dengan berita-berita yang beredar, kita harus tetap berpegang teguh kepada ajaran kita,”
“Bila ada kabar maka kita harus tabbayun. Dan penjelasan dari KPK itu sudah dijelaskan,” lanjutnya.
Ia meyakini, kabar berita yang beredar itu adalah tidak benar.
“Oleh Karena itu, kami berharap agar Pak Tito Karnavian tetap fokus di dalam menjalankan tugasnya,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan sulit menindaklanjuti dugaan keterlibatan Tito dalam kasus suap pengusahan Basuki Hariman dan Ng Fenny.
Ia lantas membandingkan dengan kasus suap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin ke sejumlah anggota DPR RI.
Kendati halaman-halaman itu tidak hilang, Agus pesimistis dugaan aliran dana itu bisa dibuktikan.
“Kalau kami lihat ini kan mirip dengan itu ya, pembuktiannya susah, seperti peristiwa waktu itu Pak Nazaruddin,” kata Agus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10).
Mantan anak buah Nazaruddin, Yulianis, ketika itu juga mencatat adanya aliran dana dimaksud.
Namun, kata Agus, bukti yang hanya berupa catatan kemudian sulit dibuktikan.
Agus menerangkan, berita acara pemeriksaan Hariman dan Fenny sama sekali tak menyebut adanya aliran dana ke Tito Karnavian.
Dia mengatakan lembaga yang dipimpinnya itu tak memiliki bukti lain untuk mengklarifikasi dugaan aliran dana itu.
“Tulisan juga perlu diklarifikasi. Pembuktian seperti zamannya Nazaruddin dulu yang sekian orang DPR (menerima uang), ingat enggak?” kata dia.
“Ya kan dicatat Bu Yulianis, orang ini menerima ini, kemudian susah itu kalau kita enggak punya alat bukti yang lain,” jelas Agus.(Pojoksatu.id)
from Berita Heboh https://ift.tt/2ygYykP
via IFTTT
0 comments:
Post a Comment